
محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس
Wahai sahabatku, hendaknya anda
senantiasa mewiridkan Dzikir (mengingat) kepada Allah Ta’ala dengan menentukan
waktunya dan membatasi bilangannya, dan untuk memastikan bilangan dzikirnya,
dan mengistiqomahkannya, boleh anda mempergunakan tasbih (alat) sebagai alat
penghitung.
Ketahuilah! Bahwa dzikir itu
merupakan rukun thariqat, kunci hakikat, pedang para murid (pencari kebahagian
akhirat), dan merupakan sumber derajat kewalian, demikian dikatakan oleh
sebagian Ulama Ma’rifat.
Masalah dzikir ini, difirmankan
oleh Allah Ta’ala dalam beberapa ayat Al Qur’an dan Hadits, yaitu :
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ
Karena itu, ingatlah kamu
kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan
janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (QS. Al Baqarah (2) : 152)
Category ›
Amaliah Ahlusunnah Wal Jamaah
,
Cinta Dzikir
,
Dalil Dzikir
,
Doa dan Dzikir
,
Fadhilah Dzikir
,
Hadits Dzikir
,
Rahasia Dzikir