Tampilkan postingan dengan label Imam Abu Syuja'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Imam Abu Syuja'. Tampilkan semua postingan

Download Kitab Al-Iqna Fi Halli Alfadzi Abi Syuja'a

Kitab Al-Iqna  adalah kitab fiqih madzhab Syafi’I yang cukup luas dan detail ulasannya. Ia merupakan syarah (komentar) dari kitab Matan al-Ghayah wat Taqrib yang sangat terkenal di pesantren salaf. Tahun 972 H kitab ini rampung penyusunannya dan dicetak dalam 2 (dua) jilid/volume pada tahun 1291 H. Kitab ini kemudian dikaji oleh pelajar Al-Azhar Mesir pada tingkat Tsanawiyah (di Indonesia, madrasah Aliyah).

Perihal Penulis

Nama julukan: Al Imam Al-Khatib Al Syarbini.
Nama lengkap: Syamsuddin Muhammad bin Ahmad Al-Khotib Asy-Syarbini As-Syafi'i Al-Qahiri Al-Faqih Al-Mutakallim An-Nahwi.
Tempat lahir: Syarbin kabupaten Daqhaliyah lalu pindah ke kota Cairo sampai wafatnya.

Download Matan al-Ghayah wa al-Taqrib ( Matan Taqrib )

Kitab Matan Al-Ghayah wat Taqrib atau dikenal dengan Kitab Taqrib saja adalah kitab fiqh  madzhab Syafi’i paling populer di kalangan pesantren salaf. Kitab ini dipelajari hampir di seluruh pesantren salaf di Indonesia

Disamping penjelasan-nya yang ringkas padat, kitab ini tidak terlalu menyulitkan untuk di mengerti bagi para pelajar, khususnya yang baru pertama kali belajar Ilmu Fiqih.

kitab Al-Ghayah wa al-Taqrib Matan Abi Syujaâ adalah karya Syihabuddin Abu Syujaâ Ahmad bin al-Husain bin Ahmad al-Ashfihani, juga dikenal dengan al-Qadli Abu Syujaâ (w 593 H)


Download Kitab Mantan Abi Syuja'i



Kitab Al-Ghayah wa al-TaqribMatan Abi Syuja’ karya Syihabuddin Abu Syuja’ Ahmad bin al-Husain bin Ahmad al-Ashfihani رحمه الله merupakan salah satu kitab fiqih yang sudah lama ada di Indonesia. Kitab karya seorang ulama besar al-Qadli Abu Syuja’ (w 593 H) ini sudah ratusan tahun menjadi kitab rujukan khususnya fiqih madzhab Imam Syafi’i. Kitab ini juga banyak diajarkan di berbagai pondok-pondok pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

Imam Abu Syuja’ telah mempelajari mazhab Syafi’i lebih dari 40 tahun. Imam al-Silfi berkata: beliau adalah antara orang-orang yang tunggal (dari segi kehebatan, kepandaian, ketokohan, dan sebagainya) pada zamannya. Abu Syuja’ telah diberi umur yang panjang sehinggakan al-‘Allamah al-Dairabi pun mengatakan bahawa beliau pernah hidup selama 160 tahun. Beliau meninggal di al-Madinah al-Munawwarah pada tahun 593 Hijrah.